Ganjar Luncurkan Jogo Tonggo, Gerakan Saling Menjaga Antarwarga dari Corona

Ganjar Luncurkan Jogo Tonggo, Gerakan Saling Menjaga Antarwarga dari Corona

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meluncurkan gerakan 'Jogo Tonggo'. Gerakan yang dibuat untuk saling menjaga tetangga saat Pandemi COVID-19.
Istilah Jogo Tonggo diambil dari bahasa jawa. 'Jogo' artinya menjaga, sedangkan 'Tonggo' artinya tetangga.
"Pada pelaksanaannya, 'Jogo Tonggo' mencakup dua hal, yaitu jaring pengaman sosial dan keamanan, serta jaring ekonomi," tulis Humas Jateng di akun Twitternya, Sabtu (25/4).
Dalam unggahan itu, akun Humas Jateng memuat dua poster gerakan Jogo Tonggo. Poster pertama berisi struktur gerakan Jogo Tonggo dan tugas mereka.
"Bertugas memastikan bahwa warga secara bergotong-royong melawan penyebaran dan penularan COVID-19," dikutip dari poster.
Tugas anggota gerakan ini juga memastikan bantuan dan dukungan dari luar wilayah yang masuk ke daerahnya tepat sasaran dan tepat guna.
"Bidang tugas Satgas, bidang kesehatan, bidang sosial dan keamanan, bidang ekonomi dan bidang hiburan."
Di poster kedua, empat bidang tugas satgas tersebut dijabarkan dengan lengkap. Anggota pelaksana gerakan tersebut, yakni, Karang Taruna, Dasa Wisma, Posyandu, Linmas, warga di tingkat RW dan organisasi lain.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi menyebut pihaknya akan memilih gerakan 'Jogo Tonggo' ketimbang PSBB, untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayahnya. Pemkot Semarang kini tengah menyiapkan Perwal pembatasan wilayah non-PSBB.
"Sudah kami rapatkan Perwalkot pembatasan wilayah non-PSBB yaitu dengan model 'Jogo Tonggo'. Hari Senin gerakan itu kita berlakukan. Dasarnya semangat kondisi tanggap bencana, yang nanti akan mengatur tempat kerja, usaha, pendidikan dan kegiatan masyarakat," kata Hendi usai rapat koordinasi bersama Ganjar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (24/4).

*

sumber: Kumparan, 25 April 2020