Temuan Baru Kasus Penularan Virus Corona di Sekolah Kota Semarang

Temuan Baru Kasus Penularan Virus Corona di Sekolah Kota Semarang

Dinas Kesehatan Kota Semarang kembali menjumpai adanya temuan baru kasus Covid-19 di sekolah. Kasus tersebut ditemukan sekitar sepekan lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam tidak menyebutkan seberapa banyak temuan baru Covid-19 di sekolah. Hanya saja, temuan kali ini tidak sebanyak temuan kasus beberapa waktu lalu yang sempat membuat pembelajaran tatap muka (PTM) dihentikan. 

"Seminggu yang lalu ada temuan baru di sekolah, tapi tidak sebanyak yang lalu," ujar Hakam, Minggu (6/3/2022). 

Menurut Hakam, kasus Covid-19 di Kota Lunpia kini sudah mereda, termasuk kasus di sekolah.Penghentian PTM selama dua pekan pada beberapa waktu lalu cukup membawa dampak baik sehingga tidak menyebabkan penyebaran kasus yang lebih meluas di sekolah. Kini, PTM sudah kembali diterapkan namun dengan kapasitas 50 persen.

Dia berharap, seluruh warga sekolah bisa menerapkan protokol kesehatan dengan konsisten agar tidak kembali muncul klaster baru. Dinas Kesehatan juga terus melakukan random sampling deteksi Covid-19 di sekolah dengan harapan kasus bisa terkendali. "Kami terus melakukan random sampling. Harapannya, jika ditemukan kasus tidak sampai menyebar," ucapnya. 

Di sisi lain, Hakam menambahkan, Dinas Kesehatan masih mengejar vaksinasi pelajar. Capain vaksinasi anak usia 6 - 11 tahun saat ini sudah mencapai 98 persen untuk dosis pertama dan 90 persen untuk dosis kedua. "Yang kedua ini masih kami kejar," katanya. Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, ada beberapa sekolah yang harus menghentikan kegiatan PTM lantaran ada siswa yang terpapar Covid-19.

Namun demikian, hasil evaluasi PTN dinilai masih berjalan baik. Sehingga, pihaknya belum ada atau tidak ada rencana menghentikan PTM secara keseluruhan. Saat ini, PTM masih berjalan 50 persen."Secara keseluruhan menghentikan PTM belum ada rencana tapi kemarin ada beberapa sekolah ditutup atau dievakuasi karena ada siswanya terkena omicron,".

(jateng.tribunnews)